Unmet Need : Upaya Awal Mencegah Kehamilan Yang Tidak Di inginkan
- Dec 04, 2024
- ARIK PURWANTO
Unmet Need adalah istilah yang menggambarkan kebutuhan akan alat kontrasepsi yang belum terpenuhi. Hal ini mengacu pada wanita usia subur yang ingin menunda atau menghentikan kehamilan tetapi tidak menggunakan metode kontrasepsi yang efektif.
Masalah ini sering kali berkaitan dengan keterbatasan akses, informasi, atau kesadaran tentang alat kontrasepsi.
Unmet need umumnya dialami oleh wanita usia subur, khususnya mereka yang sudah menikah atau dalam hubungan, tetapi juga terjadi pada remaja atau individu yang aktif secara seksual.
Kelompok yang rentan adalah mereka yang tinggal di pedesaan, memiliki tingkat pendidikan rendah, atau menghadapi hambatan ekonomi.
Unmet need terjadi di berbagai belahan dunia, terutama di negara berkembang. Daerah pedesaan, kawasan dengan fasilitas kesehatan terbatas, atau populasi dengan akses informasi yang rendah adalah lokasi di mana kebutuhan paling sering ditemukan.
Masalah unmet need bisa terjadi kapan saja, tetapi lebih sering ditemukan di saat-saat tertentu, seperti setelah melahirkan, di masa perencanaan keluarga, atau ketika seorang wanita ingin menunda kehamilan tetapi tidak memiliki akses atau dukungan.
Penyebab unmet need meliputi kurangnya akses terhadap layanan kesehatan, biaya kontrasepsi yang mahal, stigma sosial, rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya informasi tentang metode kontrasepsi, serta hambatan budaya atau agama.
Selain itu, Penyebab unmet need meliputi kurangnya akses terhadap layanan kesehatan, biaya kontrasepsi yang mahal, stigma sosial, rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya informasi tentang metode kontrasepsi, serta hambatan budaya atau agama.
Dwi,Bidan Puskesmas Yosowilangun mengatakan tingginya angka unmet need menjadi tantangan bagi program keluarga berencana (KB) karena berpengaruh pada angka kehamilan yang tidak di inginkan. Dia juga melakukan pelayanan akseptor KB dengan Protokol Kesehatan COVID-19.
Unmet need ialah suatu kondisi ketika perempuan usia subur (PUS) membutuhkan program KB, namun tidak mau memakai alat KB karena beberapa alasan, mulai dari alasan kesehatan, ketidakcocokan, hingga tidak didukung oleh suami dan keluarga. Dengan kata lain, kebutuhan KB tidak terpenuhi.
"Karena beberapa alasan tersebut, persentase kebutuhan KB yang tidak terpenuhi atau unmet need di Indonesia masih di angka 10 persen, itu tidak turun dari tahun 2000 sampai sekarang."imbuhnya.
Dalam lokakarya Strategi Penurunan Unmet Need dan Peningkatan KB Pascapersalinan (KBPP) Tahun 2024 Mengatasi unmet need memerlukan pendekatan holistik, seperti menyediakan layanan kesehatan reproduksi yang terjangkau dan mudah diakses, meningkatkan edukasi masyarakat tentang perencanaan keluarga, serta melibatkan tokoh masyarakat atau agama untuk mengurangi stigma.
Dukungan pemerintah dan organisasi internasional juga sangat penting untuk memastikan alat konservasi tersedia di setiap wilayah khususnya di karangrejo.