BARIK’AN : TRADISI YANG TIDAK LEKANG OLEH WAKTU

  • Jun 19, 2026
  • ARIK PURWANTO

ARYAGUNA – Dalam rangka menyambut tahun baru islam ke-1448 H ternyata masih ada tradisi unik yang terus terjaga dan masih dilestarikan oleh masyarakat Adat Jawa atau juga disebut tahun Jawanya *Tanggal Satu Suro* . Seperti yang di lakukan warga Rukem 2 Sidodadi dusun Tulusrejo Desa Karangrejo, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang yang selalu mengadakan Barik'an setiap tanggal satu Suro.

Acara di laksanakan pada hari Kamis 17 Juni 2026 waktu malam hari di awal tahun Baru Hijriah atau tanggal Satu Suro dalam penaggalan Jawa, acara tersebut di hadiri oleh kepala desa, tokoh agama para sesepuh desa dan masyarakat rukem 2 sidodadi beramai ramai berkumpul di perempatan jalan desa dengan membawa Nasi Urap dan lauknya untuk barik'an bersama sama dan berdoa guna menyambut Tahun Baru Islam. Dengan ratusan nasi yang di bawa oleh warga dikumpulkan untuk kemudian didoakan supaya mendapatkan berkah di tahun baru Hijriah ini.

Bambang Pujiono yang merupakan kepala desa Karangrejo mengatakan, “Barikan merupakan salah satu budaya atau tradisi turun temurun dari leluhur guna menyambut tanggal satu Suro, Tradisi Barikan ini telah lama dilakukan masyarakat dan masih kita jaga dan selalu kita laksanakan dari tahun ke tahun”.

Tujuan Barik’an ini tak lain adalah untuk berkumpul dan berdoa bersama memohon kepada Tuhan agar di berikan keselamatan, kesehatan dan keberkahan dalam menyambut dan menjalani tahun baru Hijriyah”. Lanjut ujarnya

Barik'an sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu “Barokah” yang berarti “Berkah”, dalam tradisi Jawa Barik’an merupakan tradisi makan bersama yang dilakukan di tempat terbuka, selain menyambut tahun Baru Hijriah Barik’an juga mengandung maksud mengakrabkan dan membina perasaan bersatu (guyup), tumpeng (nasi) dibagi dalam wadah daun pisang kemudian untuk dimakan bersama sama.

Di setiap tahapan perjalanan Barik’an, warga membawa harapan dan semangat untuk masa depan yang lebih cerah. Mereka percaya bahwa dengan mengolah tradisi dan menghargai nilai-nilai budaya mereka, mereka dapat mencapai kehidupan yang bahagia dan bahagia. Tradisi Barik’an khas warga rukem 2 sidodadi Karangrejo merupakan simbol kelanggengan hidup dan semangat yang tak pernah hilang dalam pelestarian warisan budayanya turun temurun.