Kilau Amelia dan Vanesa: Dua Permata Karangrejo yang Memukau di Segoro Topeng Kaliwungu

  • Jun 28, 2026
  • ARIK PURWANTO

ARYAGUNA– Pantai Watu Pecak di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, menjadi saksi bisu kemegahan budaya lokal pada Minggu sore (28/06/2026). Ribuan pasang mata terpukau oleh pesona pagelaran kolosal "Segoro Topeng Kaliwungu" yang digelar di tepi pantai. Di antara 500 penari topeng yang tampil memukau, dua nama anak berbakat asal Desa Karangrejo sukses mencuri perhatian dan menjadi buah bibir masyarakat setempat.

Kedua anak kebanggaan Desa Karangrejo tersebut adalah Amelia Azzahra dan Vanesa Putri Syra Wulandari. Amelia merupakan putri tercinta dari pasangan Saudara Taufik dan almarhumah Hermin Susanti. Sementara itu, Vanesa merupakan putri dari pasangan Saudara Samin dan Saudari Senenti. Kehadiran mereka di panggung megah ini membawa kebanggaan luar biasa bagi keluarga dan seluruh warga desa asal mereka.

Mengenakan busana tari tradisional yang megah lengkap dengan topeng khas Kaliwungu, Amelia dan Vanesa tampil penuh percaya diri. Gerakan gemulai namun tegas yang mereka tunjukkan menyatu sempurna dengan deburan ombak Pantai Watu Pecak. Latihan keras yang mereka jalani selama berminggu-minggu terbayar tuntas lewat sinkronisasi gerakan yang harmonis bersama ratusan penari lainnya.

Bagi keluarga, momentum ini terasa sangat mengharukan sekaligus membanggakan. Saudara Taufik mengungkapkan rasa syukurnya melihat Amelia tumbuh menjadi anak yang mencintai budaya leluhur, meski tanpa kehadiran sang ibu. Di sisi lain, kebahagiaan serupa juga terpancar dari wajah pasangan Samin dan Senenti yang terus memberikan dukungan moral penuh sepanjang persiapan Vanesa hingga naik ke atas panggung.

Pemerintah Desa Karangrejo pun menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi non-akademik ini. Keberhasilan Amelia dan Vanesa menembus seleksi 500 penari terbaik membuktikan bahwa potensi generasi muda di tingkat desa sangat luar biasa. Kehadiran mereka di ajang "Segoro Topeng Kaliwungu" diharapkan mampu memotivasi anak-anak lain di Lumajang untuk terus melestarikan seni tradisional di tengah gempuran era modern.